Kelompok supporter Simo lodro berada di tribun timur (tengah) stadion itu dan kelompok kecil seperti 'Ultras' berada di sampingnya.
Saat pertama kali masuk ke stadion itu ada perasaan bangga pada diri ini, "Akhirnya kami mempunyai istana yg megah" ucapku dalam hati. Sempat aku bingung akan berdiri dimana aku ini. Apakah aku akan ikut ke (tengah) atau menyendiri. Akhirnya aku dan 'kelompok kecilku' menetapkan utk berada bersampingan dgn kelompok supporter terbesar di kota ini.
Aku terbiasa mandiri dgn teman2 "Till Die" (Baca Coretan sebelum ini). Bahkan utk pertandingan2 tandang aku juga sering berangkat sendirian atau bersama satu kawanku jika kelompok kami tak berangkat.
Stadion yg hebat dengan atmosfer di tribun yg jauh lebih terasa. Nampak dirijen Simo Lodro sangat bersemangat memimpin pasukannya. "Hebat" kataku saat itu, pertandingan pertamaku di stadion baru sangat hebat.
Saat itu di awal kompetisi tim kami melawan salah satu tim dari jawa barat. Pertandingan yg berkesudahan sama kuat itupun merupakan kerugian besar bagi tim kami, mengingat itu laga kandang pertama di kompetisi divisi utama. Akan tetapi supporter masih percaya jika kedepan akan lbh baik lagi, iya.. Percaya dan akan selalu percaya. Pertandingan usai, dan semua orang pun mulai keluar meninggalkan stadion, kecuali aku. Ntah karena dorongan apa aku gk tau, aku selalu keluar paling terakhir jika bermain di kandang. Rasanya berat jika harus meninggalkan tempat paling istimewa dalam hidupku ini. Stadion Madya.. Istanaku, dan tempat ibadah kita semua pecinta Macan Tidar. Hingga berjalannya waktu banyak keluarga baru yg aku temukan disini. Banyak juga permasalahan2 yg aku tahu disini. Tapi biarlah.. Para supporter telah nyaman berada di tribun baru ini. Tribun dimana akan ada cerita baru yg akan dimulai.
![]() |
| Kini tak akan ada lagi yang berkata "Stadion Sawah" Kami juga juga mempunyai Istana seperti kalian. Di Istana baru itu, sebuah cerita baru telah dimulai |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar