Supporter
sepak bola, pekerjaan apa ini? Pekerjaan semacam apa yg tiap minggu
menghabiskan puluhan ribu, bahkan hingga ratusan ribu rupiah seperti
ini. Tentu ini hal yg bodoh dan konyol.
Saat tim kebanggaan kami berlaga rasanya seperti merayakan hari raya. Perasaan tak sabar selalu muncul beberapa hari sebelum
hari pertandingan, ingin rasanya cepat menginjak tribun tempat kami
berdiri mendukung tim kebanggaan kami tersebut. Orang bilang PMS
(Pre-Match Syndrome), Sindrom dimana perasaan campur-aduk muncul ketika
menunggu tim kebanggaan berlaga. Ada semangat disitu, saat menginjak
tribun dimana biasa kami tempati rasanya seperti tak ada lagi pikiran
selain berdiri dan bernyanyi mendukung tim berlaga. Ini bukan hanya
sekedar berteriak GOL saat tim mencentak gol, atau sekedar umpatan saat
pemain kami dikasari pemain lawan. Ini tentang emosi, kebanggaan, dan
harga diri. Ada perasaan cinta yg sangat dalam yg tak pernah kami bisa
ceritakan kepada orang lain. Mungkit konyol, tp itulah kenyataannya.
Saat orang-orang pada umumnya mengumpulkan uang untuk berbelanja di mall
atau bingung membagi waktu untuk berlibur, kami disini menghabiskan
uang hanya utk datang di setiap pertandingan tim kebanggaan kami, kami
membagi waktu agar selalu bisa hadir di setiap pertandingannya. Ini
bukan sekedar hobi atau kesengangan kami, Ini hidup kami! Kami membawa
nama kota ini dengan penuh rasa bangga, berjalan bermil-mil melintasi
beberapa kota dan beberapa stadion. Entah berapa kilometer kami
berjalan, yg jelas kami berusaha selalu ada saat tim kebanggaan kami
berlaga.
Disaat orang lain mencaci sepak bola negeri ini, kami tak
peduli! Kami dianggap kampungan, mendukung tim medioker kasta kedua Liga
Indonesia disaat sepak bola eropa menjadi tren masa kini, kami tak
peduli. Kami hanyalah orang-orang bodoh yg sangat mencintai tim daerah
kami, daerah kalian juga. Kami orang-orang bodoh yg percaya dan
mempunyai keyakinan bahwa sepak bola negeri ini akan terbang tinggi
mengalahkan tim-tim eropa kalian, iya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar