Selasa, 19 Agustus 2014

Berjuanglah Macan Tidar !!!

Degradasi?? Hmm.. Sesuatu yg paling menyakitkan dalam sepakbola. Tak ada seorang pun di dunia ini yg menginginkan timnya terdegradasi. Degradasi berarti turun kasta ke liga yg levelnya lebih rendah. Dan hal tersebut pasti sangat menyakitkan.
Seperti yg saya tulis beberapa bulan yg lalu, ketika liga akan dimulai, trauma akan kekalahan demi kekalahan masih sangat menghantui saya dan mungkin teman-teman lain sesama supporter PPSM. Entah feeling atau memang trauma, perasaan bahwa tim ini akan tetatih-tatih ternyata memang benar adanya.
Sebenarnya tim ini mengawali liga dengan baik. Menahan tim favorit juara Persis Solo di kandangnya yg 'angker' merupakan prestasi yg tak semua tim di grup ini bisa lakukan. Lalu menghempaskan persitema temanggung dan sempat bertengger di papan atas klasemen, hmm.. Sesuatu yg membanggakan.
Akan tetapi permasalahan muncul ditengah kompetisi. Gaji terlambat, tak pedulinya manajemen, saling menyalahkan antar pihak, membuat tim ini terpontang-panting tak jelas.
Kekalahan demi kekalahan kami dapatkan. Isu akan mogoknya pemain pun tak sekali terangkat ke media. Beberapa kali pemain mengancam mogok main karena gaji yg tak kunjung dibayarkan.
Setelah menghempaskan Persip Pekalongan 5-1 dan bertengger di peringkat tiga klasemen, tim ini kembali terseok-seok dan harus berjuang lolos dari degradasi di pertandingan terkahir melawan tim favorit juara yg pernah kami tahan di awal liga lalu, yap!! Persis Solo.
Jika melihat statistik pertemuan kami dengan Persis Solo, tak begitu jelek. Kami bahkan pernah melumat tim ini 5-0 beberapa tahun yg lalu. Kami juga pernah menyingkirkan Persis Solo di ajang Piala Indonesia dua tahun yg lalu. Dan yg terakhir kami menahan imbang 2-2 di pembukaan liga kemarin.
Akan tetapi keadaan sekarang memang sepertinya mustahil bisa menang melawan tim berjuluk Sambernyawa tersebut. Logika sederhananya, "Bagaimana bisa kami mengalahkan tim pemuncak klasemen dengan materi pemain bagus, iklim tim yg sejuk, dan dengan ribuan supporter sangat fanatik? Sedangkan kami hanya tim medioker yg berusaha lolos degradasi dengan iklim tim yg tak kondusif??" Rasa-rasanya mustahil bisa memenangkan laga penentuan tersebut. Tapi ini sepakbola, ada semangat disitu. Ada keyakinan dan ada kepercayaan yg dalam kepada tim yg selalu kami puja-puja tersebut.
Jika pun kami menang, tak lantas langsung lolos dari degradasi begitu saja. Mari kita lihat klasemen sementara, Kami berada di posisi 7 dengan poin 14. Diatasnya ada Persip Pekalongan juga dengan poin 14 (menang selisih gol). Di peringkat 5 ada Persipur Purwodadi dengan Poin 15, dan diatasnya ada Persiku Kudus dengan Poin 16. Jikapun kami menang, minimal harus ada salah satu tim yg saya tulis diatas kalah, entah itu Persiku, Persipur, ataupun Persip. Jika melihat lawan yg akan dihadapi ketiga tim tersebut Persip Pekalongan lah yg paling beruntung. Mereka akan melawan Persitema yg sudah memastikan degradasi di kandangnya, Stadion Kota Batik. Adapun Persipur akan menjamu tim kuat PSIS Semarang dan Persiku bakal bertandang Ke rivalnya, PSIR Rembang. Harapan itu masih ada jika PSIR mampu menghempaskan Persiku atau Persipur takluk di tangan Mahesa Jenar, PSIS.
Lepas dari itu semua, yg terpenting adalah tim kebanggaan kami, PPSM Magelang mampu mengalahkan Persis Solo Sabtu mendatang sambil berharap Persip, Persipur, atau Persiku kalah.
Iya.. Beginilah sepakbola.. Tak hanya berjuang untuk menjadi sang juara.
Berjuanglah Macan Tidar!!!