Degradasi??
Hmm.. Sesuatu yg paling menyakitkan dalam sepakbola. Tak ada seorang
pun di dunia ini yg menginginkan timnya terdegradasi. Degradasi berarti
turun kasta ke liga yg levelnya lebih rendah. Dan hal tersebut pasti
sangat menyakitkan.
Seperti yg saya tulis beberapa bulan yg lalu,
ketika liga akan dimulai, trauma akan kekalahan demi kekalahan masih
sangat menghantui saya dan mungkin teman-teman
lain sesama supporter PPSM. Entah feeling atau memang trauma, perasaan
bahwa tim ini akan tetatih-tatih ternyata memang benar adanya.
Sebenarnya tim ini mengawali liga dengan baik. Menahan tim favorit juara
Persis Solo di kandangnya yg 'angker' merupakan prestasi yg tak semua
tim di grup ini bisa lakukan. Lalu menghempaskan persitema temanggung
dan sempat bertengger di papan atas klasemen, hmm.. Sesuatu yg
membanggakan.
Akan tetapi permasalahan muncul ditengah kompetisi.
Gaji terlambat, tak pedulinya manajemen, saling menyalahkan antar pihak,
membuat tim ini terpontang-panting tak jelas.
Kekalahan demi
kekalahan kami dapatkan. Isu akan mogoknya pemain pun tak sekali
terangkat ke media. Beberapa kali pemain mengancam mogok main karena
gaji yg tak kunjung dibayarkan.
Setelah menghempaskan Persip
Pekalongan 5-1 dan bertengger di peringkat tiga klasemen, tim ini
kembali terseok-seok dan harus berjuang lolos dari degradasi di
pertandingan terkahir melawan tim favorit juara yg pernah kami tahan di
awal liga lalu, yap!! Persis Solo.
Jika melihat statistik pertemuan
kami dengan Persis Solo, tak begitu jelek. Kami bahkan pernah melumat
tim ini 5-0 beberapa tahun yg lalu. Kami juga pernah menyingkirkan
Persis Solo di ajang Piala Indonesia dua tahun yg lalu. Dan yg terakhir
kami menahan imbang 2-2 di pembukaan liga kemarin.
Akan tetapi
keadaan sekarang memang sepertinya mustahil bisa menang melawan tim
berjuluk Sambernyawa tersebut. Logika sederhananya, "Bagaimana bisa kami
mengalahkan tim pemuncak klasemen dengan materi pemain bagus, iklim tim
yg sejuk, dan dengan ribuan supporter sangat fanatik? Sedangkan kami
hanya tim medioker yg berusaha lolos degradasi dengan iklim tim yg tak
kondusif??" Rasa-rasanya mustahil bisa memenangkan laga penentuan
tersebut. Tapi ini sepakbola, ada semangat disitu. Ada keyakinan dan ada
kepercayaan yg dalam kepada tim yg selalu kami puja-puja tersebut.
Jika pun kami menang, tak lantas langsung lolos dari degradasi begitu
saja. Mari kita lihat klasemen sementara, Kami berada di posisi 7 dengan
poin 14. Diatasnya ada Persip Pekalongan juga dengan poin 14 (menang
selisih gol). Di peringkat 5 ada Persipur Purwodadi dengan Poin 15, dan
diatasnya ada Persiku Kudus dengan Poin 16. Jikapun kami menang, minimal
harus ada salah satu tim yg saya tulis diatas kalah, entah itu Persiku,
Persipur, ataupun Persip. Jika melihat lawan yg akan dihadapi ketiga
tim tersebut Persip Pekalongan lah yg paling beruntung. Mereka akan
melawan Persitema yg sudah memastikan degradasi di kandangnya, Stadion
Kota Batik. Adapun Persipur akan menjamu tim kuat PSIS Semarang dan
Persiku bakal bertandang Ke rivalnya, PSIR Rembang. Harapan itu masih
ada jika PSIR mampu menghempaskan Persiku atau Persipur takluk di tangan
Mahesa Jenar, PSIS.
Lepas dari itu semua, yg terpenting adalah tim
kebanggaan kami, PPSM Magelang mampu mengalahkan Persis Solo Sabtu
mendatang sambil berharap Persip, Persipur, atau Persiku kalah.
Iya.. Beginilah sepakbola.. Tak hanya berjuang untuk menjadi sang juara.
Berjuanglah Macan Tidar!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar