Assalamu'alaikum wr wb..
Bapak-bapak yg saya hormati. Perkenalkan nama saya Fatih hanif, saya
seorang suporter PPSM Magelang. Saya adalah salah satu dari ribuan orang
yg mencintai tim sepak bola PPSM Magelang.
Bapak-bapak yang saya hormati, telah kita ketahui bersama bahwasanya tim kebanggaan warga Magelang
ini sedang dalam keadaan yg memprihatinkan. Kondisi finansial tim di
ujung tanduk. Tim ini terancam tidak bisa menyelesaikan kompetisi divisi
utama tahun 2014 ini atau dengan kata lain 'Bubar' (mundur dari
kompetisi).
Bapak-bapak yg saya hormati, jika itu sampai terjadi,
tim yg selama ini menjadi kebanggaan kami, tim yg selalu kami
puja-puji, tim yg selalu kami dampingi di setiap pertandingannya akan
terdegradasi ke divisi satu. Akan sangat berat mengangkat tim ini
kembali naik, mengingat persaingan akan semakin ketat pada musim-musim
berikutnya.
Bapak-bapak yg saya hormati, jika itu sampai terjadi,
impian kami seluruh warga magelang utk melihat tim sepakbola daerah kami
masuk ke kasta tertinggi akan sirna.
Bapak-bapak yg saya hormati,
selama ini kami telah mendedikasikan hidup kami untuk PPSM Magelang.
Terkesan berlebihan, tp memang begitu adanya. Kami tinggalkan urusan
duniawi ketika tim akan berlaga. Kami persiapkan segalanya demi nama
baik Kota Magelang di masyarakat luar. Kami bawa simbol-simbol Magelang
ke kota-kota lain. Bagi kami, PPSM Magelang adalah harga diri kami,
harga diri Kota Magelang.
Bapak-bapak manajemen PPSM yg saya
hormati, saya tahu usaha bapak-bapak utk menyelamatkan tim ini luar
biasa hebatnya. Saya percaya berbagai cara sudah bapak-bapak lakukan.
Saya dan teman-teman lain mempercayai kepengurusan bapak-bapak sedari
awal membentuk kerangka tim ini. Berada di posisi tiga besar menjadi
bukti keseriusan bapak-bapak utk menjadikan PPSM Magelang tim yg lebih
baik.
Akan tetapi bapak-bapak yg saya hormati, kami sangat kaget
mendengar kabar bahwa kondisi tim yg bapak-bapak kelola ini berada di
ujung tanduk. Tak adanya transparansi membuat kami tak tahu-menahu
tentang finansial tim. Mulai dari perekrutan pemain-pelatih, pemasukan
tim, dan lain-lain. Kami sangat terkejut saat membaca di surat kabar
bahwasanya gaji pemain telat dibayarkan dan terancam tak bisa
melanjutkan kompetisi. Kami tak menyalahkan bapak-bapak manajemen. Hanya
saja kami sedikit kecewa mendengar kabar tersebut.
Kami paham di
era sekarang ini, pemasukan paling utama adalah dari tiket pertandingan
(penonton). Sedangkan kita ketahui bersama, stadion tak seramai yg kita
harapkan bersama.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, minimnya
publikasi utk PPSM Magelang kepada masyarakat umum adalah salah satu
faktor penyebab sepinya stadion. Disisi lain, kami juga merasa bersalah
karena tak cukup mampu membuat stadion kembali ramai seperti dulu.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, perlu diketahui bahwasanya PPSM
Magelang adalah salah satu kebanggaan warga Magelang, dan kebanggaan ini
berasal dari hati. Banyak sekali hati yg tersakiti mendengar kabar yg
menyakitkan ini. Kami berharap agar bapak-bapak manajemen segera
membenahi tim ini dan mengembalikan PPSM ke jalurnya. Saya dan
teman-teman supporter baik itu Simo Lodro, Magelang Fans ataupun Squadra
Macan Tidar selalu siap menyuport, tentunya dgn kapasitas kami sebagai
suppporter.
Bapak-bapak manajemen PPSM yg saya hormati, sesungguhnya
bisa mengelola tim ini adalah suatu amanah besar dari seluruh warga
Magelang. Saya percaya bapak-bapak manajemen adalah orang-orang yg
amanah.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, telah banyak yg kami
(supporter) korbankan utk tim kebanggaan warga magelang ini. Berapa
rupiah telah kami keluarkan agar bisa mendampingi di setiap PPSM
berlaga, berapa janji yg telah kami ingkari agar kami dapat berdiri
disamping PPSM saat berlaga, berapa kali kami tinggalkan sekolah,
kuliah, dan pekerjaan agar kami bisa memberikan dukungan langsung kepada
tim yg kita banggakan bersama ini. Tapi itu semua tak menjadikan kami
menyesal, karena bagi kami kebanggaan tetaplah kebanggaan, dan sudah
menjadi kewajiban kami utk mendukung tim ini bagaimanapun caranya.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, kami tidak menuntut banyak dari
bapak-bapak. Kami para supporter hanya minta keseriusan bapak-bapak
sekalian utk mengelola/mengurus tim kebanggaan warga Magelang ini dengan
baik. Kami ingin mimpi-mimpi kami terwujud tentang tim ini. Kiranya bapak-bapak manajemen mampu mengemban tugas yg mulia ini.
Kepada Bapak-bapak DPRD Kota Magelang, bapak-bapak adalah wakil kami di
daerah ini. Suara rakyat Kota Magelang adalah suara bapak-bapak.
Kegelisahan tentang nasib PPSM Magelang belakangan ini selalu menghantui
kami. Tak adanya kejelasan inilah yg membuat kami tak tahu harus
berbuat apa. Saling menyalahkan antar pihak tak membuat kami puas akan
nasib tim kebanggaan warga Magelang ini.
Bapak-bapak DPRD Kota
Magelang yg saya hormati, sekiranya suara kami didengar oleh jajaran
DPRD Kota Magelang ini, kami sangat berharap bapak-bapak mampu membatu
kami untuk menyuarakan agar PPSM Magelang keluar dari masa kritisnya.
Kepada Bapak Walikota yg saya hormati, sebelumnya saya berterima kasih karena Bapak telah menyempatkan membaca surat ini.
Bapak Walikota yg saya hormati, keresahan saya dan teman-teman
supporter terhadap nasib tim kebanggaan warga Magelang ini sudah mencapi
puncaknya. Tak ada kejelasan mengenai nasib tim ini kedepannya inilah
yg membuat kami gelisah, tak tenang, dan sebagainya.
Saya sangat
menyayangkan dan menyesalkan apabila tim ini tak bisa melanjutkan
kompetisi divisi utama 2014 ini. Prestasi PPSM Magelang saat ini telah
mengalami peningkatan yg signifikan. Berada di posisi tiga besar adalah
suatu peningkatan yg luar biasa. Akan sangat menyakitkan apabila kita
harus terdegradasi ke divisi satu karena tak dapat melanjutkan kompetisi
musim ini.
Bapak Walikota yg saya hormati, PPSM Magelang adalah
salah satu ikon penting bagi kota magelang. Ia (PPSM) membawa nama baik
Magelang ke seluruh pelosok negeri ini. Baik atau buruknya prestasi PPSM
berbanding lurus dengan ekspektasi publik seluruh masyarakat Indonesia
mengenai Kota yg bapak pimpin ini.
Bapak Walikota yg saya hormati,
PPSM Magelang merupakan satu dari sejuta bunga yg ada di Magelang. Kami
tentunya tak mau ada salah satu bunga yg layu menghiasi kota tercinta
ini.
Bapak Walikota yg saya hormati, saya tak bisa membayangkan
apabila Kota Magelang tanpa PPSM. Disaat warga kota-kota lain
membanggakan tim sepakbola daerahnya, apa yg bisa kami banggakan? Apa yg
bisa kami jawab apabila kami ditanya mengenai tim sepakbola di Kota
Magelang ini?
Bapak Walikota yg saya hormati, tentunya Bapak jg tak
mau bila Kota Magelang menjadi bahan ejekan dan hinaan warga lain hanya
karena tim sepakbolanya hancur berantakan.
Bapak Walikota yg saya
hormati, apa yg saya bisa lakukan kecuali mencurahkan isi hati saya
terhadap Bapak. Saya hanya warga biasa yg mempunyai cita-cita besar
terhadap tim sepakbola di Magelang ini (PPSM).
Bapak Walikota yg
saya hormati, sudah saatnya bapak turun tangan menyelesaikan
permasalahan ini, saya dan teman-teman lain sangat berharap dengan
tandan dingin bapak, tim bisa kembali normal dan akan berprestasi.
Bapak Walikota yg saya hormati, besar harapan saya terhadap Bapak agar PPSM Magelang bisa terselamatkan.
Terima kasih kepada Bapak/Ibu dan teman-teman semua karena telah
menyempatkan membaca surat ini. Surat ini hanyalah ungkapan hati
seorang supporter yg gelisah akan nasib tim kebanggaannya.
Semoga
dengan surat ini dapat sedikit membantu tentang kejelasan nasib tim
kebanggaan kita bersama. Akhir kata, mohon maaf apabila kurang berkenan
di hati Bapak/Ibu atau teman-teman semuanya.
Wassalamu'alaikum Wr Wb..
Magelang, 20 Juli 2014
Hormat Saya,
Fatih Hanif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar