Minggu, 20 Juli 2014

Surat Terbuka Untuk Jajaran Manajemen PPSM Magelang, DPRD Kota Magelang, dan Wali Kota Magelang

Assalamu'alaikum wr wb..
 

Bapak-bapak yg saya hormati. Perkenalkan nama saya Fatih hanif, saya seorang suporter PPSM Magelang. Saya adalah salah satu dari ribuan orang yg mencintai tim sepak bola PPSM Magelang.
Bapak-bapak yang saya hormati, telah kita ketahui bersama bahwasanya tim kebanggaan warga Magelang ini sedang dalam keadaan yg memprihatinkan. Kondisi finansial tim di ujung tanduk. Tim ini terancam tidak bisa menyelesaikan kompetisi divisi utama tahun 2014 ini atau dengan kata lain 'Bubar' (mundur dari kompetisi).
Bapak-bapak yg saya hormati, jika itu sampai terjadi, tim yg selama ini menjadi kebanggaan kami, tim yg selalu kami puja-puji, tim yg selalu kami dampingi di setiap pertandingannya akan terdegradasi ke divisi satu. Akan sangat berat mengangkat tim ini kembali naik, mengingat persaingan akan semakin ketat pada musim-musim berikutnya.
Bapak-bapak yg saya hormati, jika itu sampai terjadi, impian kami seluruh warga magelang utk melihat tim sepakbola daerah kami masuk ke kasta tertinggi akan sirna.
Bapak-bapak yg saya hormati, selama ini kami telah mendedikasikan hidup kami untuk PPSM Magelang. Terkesan berlebihan, tp memang begitu adanya. Kami tinggalkan urusan duniawi ketika tim akan berlaga. Kami persiapkan segalanya demi nama baik Kota Magelang di masyarakat luar. Kami bawa simbol-simbol Magelang ke kota-kota lain. Bagi kami, PPSM Magelang adalah harga diri kami, harga diri Kota Magelang.
Bapak-bapak manajemen PPSM yg saya hormati, saya tahu usaha bapak-bapak utk menyelamatkan tim ini luar biasa hebatnya. Saya percaya berbagai cara sudah bapak-bapak lakukan. Saya dan teman-teman lain mempercayai kepengurusan bapak-bapak sedari awal membentuk kerangka tim ini. Berada di posisi tiga besar menjadi bukti keseriusan bapak-bapak utk menjadikan PPSM Magelang tim yg lebih baik.
Akan tetapi bapak-bapak yg saya hormati, kami sangat kaget mendengar kabar bahwa kondisi tim yg bapak-bapak kelola ini berada di ujung tanduk. Tak adanya transparansi membuat kami tak tahu-menahu tentang finansial tim. Mulai dari perekrutan pemain-pelatih, pemasukan tim, dan lain-lain. Kami sangat terkejut saat membaca di surat kabar bahwasanya gaji pemain telat dibayarkan dan terancam tak bisa melanjutkan kompetisi. Kami tak menyalahkan bapak-bapak manajemen. Hanya saja kami sedikit kecewa mendengar kabar tersebut.
Kami paham di era sekarang ini, pemasukan paling utama adalah dari tiket pertandingan (penonton). Sedangkan kita ketahui bersama, stadion tak seramai yg kita harapkan bersama.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, minimnya publikasi utk PPSM Magelang kepada masyarakat umum adalah salah satu faktor penyebab sepinya stadion. Disisi lain, kami juga merasa bersalah karena tak cukup mampu membuat stadion kembali ramai seperti dulu.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, perlu diketahui bahwasanya PPSM Magelang adalah salah satu kebanggaan warga Magelang, dan kebanggaan ini berasal dari hati. Banyak sekali hati yg tersakiti mendengar kabar yg menyakitkan ini. Kami berharap agar bapak-bapak manajemen segera membenahi tim ini dan mengembalikan PPSM ke jalurnya. Saya dan teman-teman supporter baik itu Simo Lodro, Magelang Fans ataupun Squadra Macan Tidar selalu siap menyuport, tentunya dgn kapasitas kami sebagai suppporter.
Bapak-bapak manajemen PPSM yg saya hormati, sesungguhnya bisa mengelola tim ini adalah suatu amanah besar dari seluruh warga Magelang. Saya percaya bapak-bapak manajemen adalah orang-orang yg amanah.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, telah banyak yg kami (supporter) korbankan utk tim kebanggaan warga magelang ini. Berapa rupiah telah kami keluarkan agar bisa mendampingi di setiap PPSM berlaga, berapa janji yg telah kami ingkari agar kami dapat berdiri disamping PPSM saat berlaga, berapa kali kami tinggalkan sekolah, kuliah, dan pekerjaan agar kami bisa memberikan dukungan langsung kepada tim yg kita banggakan bersama ini. Tapi itu semua tak menjadikan kami menyesal, karena bagi kami kebanggaan tetaplah kebanggaan, dan sudah menjadi kewajiban kami utk mendukung tim ini bagaimanapun caranya.
Bapak-bapak manajemen yg saya hormati, kami tidak menuntut banyak dari bapak-bapak. Kami para supporter hanya minta keseriusan bapak-bapak sekalian utk mengelola/mengurus tim kebanggaan warga Magelang ini dengan baik. Kami ingin mimpi-mimpi kami terwujud tentang tim ini. Kiranya bapak-bapak manajemen mampu mengemban tugas yg mulia ini.

Kepada Bapak-bapak DPRD Kota Magelang, bapak-bapak adalah wakil kami di daerah ini. Suara rakyat Kota Magelang adalah suara bapak-bapak. Kegelisahan tentang nasib PPSM Magelang belakangan ini selalu menghantui kami. Tak adanya kejelasan inilah yg membuat kami tak tahu harus berbuat apa. Saling menyalahkan antar pihak tak membuat kami puas akan nasib tim kebanggaan warga Magelang ini.
Bapak-bapak DPRD Kota Magelang yg saya hormati, sekiranya suara kami didengar oleh jajaran DPRD Kota Magelang ini, kami sangat berharap bapak-bapak mampu membatu kami untuk menyuarakan agar PPSM Magelang keluar dari masa kritisnya.

Kepada Bapak Walikota yg saya hormati, sebelumnya saya berterima kasih karena Bapak telah menyempatkan membaca surat ini.
Bapak Walikota yg saya hormati, keresahan saya dan teman-teman supporter terhadap nasib tim kebanggaan warga Magelang ini sudah mencapi puncaknya. Tak ada kejelasan mengenai nasib tim ini kedepannya inilah yg membuat kami gelisah, tak tenang, dan sebagainya.
Saya sangat menyayangkan dan menyesalkan apabila tim ini tak bisa melanjutkan kompetisi divisi utama 2014 ini. Prestasi PPSM Magelang saat ini telah mengalami peningkatan yg signifikan. Berada di posisi tiga besar adalah suatu peningkatan yg luar biasa. Akan sangat menyakitkan apabila kita harus terdegradasi ke divisi satu karena tak dapat melanjutkan kompetisi musim ini.
Bapak Walikota yg saya hormati, PPSM Magelang adalah salah satu ikon penting bagi kota magelang. Ia (PPSM) membawa nama baik Magelang ke seluruh pelosok negeri ini. Baik atau buruknya prestasi PPSM berbanding lurus dengan ekspektasi publik seluruh masyarakat Indonesia mengenai Kota yg bapak pimpin ini.
Bapak Walikota yg saya hormati, PPSM Magelang merupakan satu dari sejuta bunga yg ada di Magelang. Kami tentunya tak mau ada salah satu bunga yg layu menghiasi kota tercinta ini.
Bapak Walikota yg saya hormati, saya tak bisa membayangkan apabila Kota Magelang tanpa PPSM. Disaat warga kota-kota lain membanggakan tim sepakbola daerahnya, apa yg bisa kami banggakan? Apa yg bisa kami jawab apabila kami ditanya mengenai tim sepakbola di Kota Magelang ini?
Bapak Walikota yg saya hormati, tentunya Bapak jg tak mau bila Kota Magelang menjadi bahan ejekan dan hinaan warga lain hanya karena tim sepakbolanya hancur berantakan.
Bapak Walikota yg saya hormati, apa yg saya bisa lakukan kecuali mencurahkan isi hati saya terhadap Bapak. Saya hanya warga biasa yg mempunyai cita-cita besar terhadap tim sepakbola di Magelang ini (PPSM).
Bapak Walikota yg saya hormati, sudah saatnya bapak turun tangan menyelesaikan permasalahan ini, saya dan teman-teman lain sangat berharap dengan tandan dingin bapak, tim bisa kembali normal dan akan berprestasi.
Bapak Walikota yg saya hormati, besar harapan saya terhadap Bapak agar PPSM Magelang bisa terselamatkan.

Terima kasih kepada Bapak/Ibu dan teman-teman semua karena telah menyempatkan membaca surat ini. Surat ini hanyalah ungkapan hati seorang supporter yg gelisah akan nasib tim kebanggaannya. 

Semoga dengan surat ini dapat sedikit membantu tentang kejelasan nasib tim kebanggaan kita bersama. Akhir kata, mohon maaf apabila kurang berkenan di hati Bapak/Ibu atau teman-teman semuanya.
 

Wassalamu'alaikum Wr Wb..


                                                                                                           Magelang, 20 Juli 2014

                                                                                                                        Hormat Saya, 
                                                                                                                        Fatih Hanif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar