Divisi utama.. Iya, Divisi Utama telah sampai ke babak Semi Final. Martapura FC, PBFC, PSS, dan PSIS keluar sebagai semifinalis yg akan digelar di SUGBK November nanti.
Berbagai cerita tersaji di kasta kedua sepak bola Indonesia ini. Mulai dari isu mundurnya Persipasi hanya beberapa saat sebelum liga dimulai, hingga Sepak bola Gajah PSS vs PSIS. Semua tersaji di sini, kita bisa melihat bagaimana mudahnya klub-klub melakukan aksi WO (tak hadir di pertandingan) dgn alasan klasik, 'biaya'. Kita juga bisa melihat berbagai macam sanksi yg kontroversial dari Komdis. Yang lebih mengerikan adalah berbagai kerusuhan yg mewarnai sebuah pertandingan dan tentu saja hilangnya dua nyawa supporter PSCS dan Persis Solo beberapa waktu lalu.
Sebenarnya aroma tak sedap telah tercium di awal-awal liga bergulir. Mulai dari pengaturan skor pertandingan hingga ke paketan Promosi ke ISL. Namun demikian, tak pernah ada bukti yg cukup kuat untuk mengamini berbagai macam kejanggalan di divisi utama ini. Iya, bagai mencium bau bangkai namun tak tau letak bangkai tersebut.
Namun bangkai yg tersembunyi tersebut nampaknya akan terungkap. Benar, ketika kita di pertontonkan lelucon sepak bola gajah ala PSS dan PSIS. Pertandingan yg berkesudahan 3-2 untuk PSS tersebut disinyalir mencederai sportifitas olahraga. Bagaimana bisa lima gol yg tercipta di pertandingan tersebut semua berasal dari aksi bunuh diri kedua kesebelasan, dan anehnya gol-gol tersebut tercipta beberapa menit sebelum laga usai. Dalam video yg sempat diunggah di youtube semalam (kini private), terlihat jelas konyolnya pertandingan sore itu. Striker lawan menjadi bek lawan, bek lawan menjadi striker lawan.. Haha susah kan memahami kalimat barusan, sama seperti susahnya memahami pertandingan yg di gelar di komplek AAU tersebut.
Dengan alasan apapun, tak bisa dibenarkan aksi 5 gol bunuh diri tersebut. Usut punya usut, kedua tim tersebut memang sengaja mengalah agar tak bertemu tim penuh kontroversial, PBFC.
Kenapa kedua tim ini menghindar dari PBFC? Sekuat apa mereka hingga tim sekelas PSS dan PSIS ogah berhadapan dengannya di laga Semi Final. Ah ntahlah.. Sepakbola negeri ini memang begitu, ada saja permasalahan tiap bulannya.
Kita tunggu saja sanksi seperti apa yg akan diberikan PSSI utk kedua tim ini. Diskualifikasi kah? Skorsing kah? Atau malah ada deal-deal berapa rupiah per gol nya? Hahaha PSSI, Federasi yg cukup konyol di negeri yg aneh ini.
Akhirnya tanpa mengurangi rasa hormat, semoga beberapa kejadian di divisi utama tahun 2014 ini menjadi pembelajaran untuk semua pihak yg berkecimpung di dalam persepakbolaan tanah air agar menjadi lebih baik kedepannya.
Maju Terus Sepak Bola Indonesia. Cayo!! :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar