Diva baru saja pulang ketika adzan shubuh mulai berkumandang. Badanya lemas, ia berjalan dengan langkah gontai menuju kamar kosnya. Sisa alkohol yang ia tenggak beberapa jam yang lalu masih ia rasakan. Tanpa cuci muka dan ganti pakaian, Diva langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur. Ia pun tertidur pulas ditemani suara ayam yang berkokok di luar sana.
Ketika senja datang, Diva telah sibuk merias wajahnya secantik mungkin. Ia harus kembali ke kehidupan malamnya yang keras. Tak peduli sedang dalam suasana hati yang seperti apa, yang jelas Diva harus tetap menampakkan muka ramah dengan senyuman yang menggoda agar para pengunjung karaoke mau meng-handle dirinya untuk ber-having fun. Malam itu Diva berpenampilan sangat seksi, dengan setelan sex dress hitamnya yang menantang, Diva berhasil mendapatkan tamu pertamanya. Bagi Diva, inilah kehidupan yang harus dijalani setiap harinya. Bernyanyi sampai pagi, bergoyang seksi, bertingkah naughty, menenggak minuman beralkohol adalah hal yang biasa buat Sang Diva Karaoke.
“Selamat datang Mas…” Sapa Diva kepada beberapa lelaki yang memilihnya untuk menemani bernyanyi. “Silahkan masuk,” imbuh Diva dengan muka yang ramah mempersilahkan tamunya masuk ke room yang telah dipesan. Suasana di dalam room masih canggung, namun bukan Diva namanya jika tak mampu membuat suasana menjadi enjoy. Dengan lihainya Diva mampu menyalakan euforia di room itu. “Kita nyanyi lagu-lagu yang romantis dulu ya mas,” ucap Diva halus seraya memilih lagu di monitor. Sambil bernyanyi, ia menuangkan minuman beralkohol yang telah dipesan sang tamu. Dengan sebuah welcome drink, mereka pun larut dalam suasana. Bukan lagi lagu-lagu romantis yang dinyanyikannya kemudian, melainkan lagu-lagu party dengan irama yang berdetak kencang membuat malam semakin hidup. Diva pun tersenyum puas melihat sang tamu larut dalam suasana pesta di sebuah room karaoke.
Sepenggal cerita diatas mungkin juga dialami oleh perempuan lain di tempat yang sama. Salah satu tempat yang paling populer dalam kehidupan malam, Tempat Karaoke. Gaya hidup western dengan tingkat modernitas tinggi membuat tempat-tempat karaoke menjamur di setiap kota. Apa ada yang salah dengan tempat semacam ini? Tentu saja tergantung sudut pandang orang melihatnya. Dalam masyarakat umum, tempat karaoke telah terlanjur dicap sebagai tempat yang negatif. Begitu juga dengan yang bekerja di dalamnya, termasuk Sang Diva yang biasa kita kenal dengan sebutan LC (Ladies Companion). Pekerjaan sebagai LC dianggap sebagai pekerjaan kotor oleh masyarakat. Terkadang malah disejajarkan dengan PSK. Padahal yang sebenarnya seorang LC bukanlah PSK. Tugas seorang LC adalah menemani pengunjung bernyanyi di dalam room.
Dalam perspektif bisnis, kehadiran LC menjadi daya tarik tersendiri. Banyak lelaki yang berkunjung ke tempat karaoke hanya untuk bersenang-senang dengan ladies companion tersebut. Selain menawarkan kepuasan, kehadiran LC mampu membuat suasana room semakin panas. Maka dari itulah beberapa pemilik usaha karaoke, menyediakan Ladies Companion untuk para pengunjung yang didominasi oleh lelaki.
Terlepas dari stigma yang disandang, Ladies Companion adalah sebuah pekerjaan, dan mereka tetap ada di tengah-tengah realitas kehidupan sosial bermasyarakat. Baik buruk seorang LC tergantung dari sudut pandang kita melihat dan menilainya. Jika ditinjau lebih jauh lagi, seorang yang bekerja sebagai LC tentunya mempunyai alasan yang rasional. Saya pernah sedikit berbincang dengan beberapa LC kenalan saya, dan semuanya bermuara pada masalah ekonomi. Adanya tempat hiburan malam seperti karaoke seolah menjadi solusi di tengah meningkatnya kebutuhan kehidupan yang bersifat primer.
Tak mudah menyandang predikat sebagai LC, sering ia dipandang sebelah mata oleh masyarakat umum, tak jarang juga ia dilecehkan saat bekerja. Namun itulah risiko dan konsekuensi sosial yang didapat sebagai Ladies Companion. Seorang LC tetaplah perempuan biasa yang membutuhkan kenyamanan ataupun keamanan, namun tuntutan pekerjaan yang harus membuat seorang LC menjadi tahan banting dan tangguh untuk menjalani pekerjaan dan kehidupannya. Di dalam hatinya terselip asa bahwa suatu hari nanti ia bisa menjalani kehidupan normal selayaknya perempuan. Pergi jalan-jalan ke mall bersama keluarga, menemukan lelaki yang mencintai tulus, menjadi ibu dari anak-anaknya.
Ah sudahlah.. Awan hitam telah menyelimuti langit dan hujan nampaknya akan segera tiba. Tetaplah bersyukur atas segala nikmatNya dan semoga saya bisa melanjutkan narasi diatas menjadi sebuah cerita. Be smart
Tidak ada komentar:
Posting Komentar