Iya!!
Ditribun itu aku lahir menjadi supporter, tribun yg hanya beberapa saf
saja, tribun kecil sederhana di stadion yg tua. Tribun timur Stadion Abu
Bakrin aku berdiri pertama mendukung dan bernyanyi utk sebuah tim kecil
di kota yg kecil, PPSM Magelang!! Dengan latar belakang keluargaku yg
suka bola klop sudah, tak sekalipun aku melewatkan laga kandang ketika
aku masih duduk di bangku SMP. Daya pikirku kala itu belum cukup untuk sekedar berpikir ikut ke laga2 tandang yg orang bilang sangat menantang itu.
Di tribun itu aku merasakan sensasi yg luar biasa, melihat mas2 yg bersemangat bernyanyi, berjingkrak, bahkan berkelahi. Hehe
Tiap tengah atau akhir pekan aku selalu berada di stadion tua itu
dengan kawan sekelasku. Kami hanya duduk di belakang pagar menikmati
pertandingan dan melihat para mas2 supporter yg semangat. Ada perasaan
semacam ingin seperti mereka yg sangat antusias bernyanyi, ada perasaan
ingin gila2an juga sama seperti mereka.
![]() |
| Tribun pertama dimana aku berdiri dan bernyanyi untuk sebuah tim medioker yang sangat aku cintai dan banggakan. Disitulah awal cerita ini dimulai. |
Dengan bermodal uang yg aku tabung dari uang saku sekolahku hanya utk membeli tiket dan biaya transport, aku dan kawanku ini pun lama-kelamaan ikut jg dalam euforia para mas2 supporter. Tak ada lagi rasa malu atau canggung. Semua cair ketika kami berdiri di tribun itu, semua seperti saudara. Bahkan aku tak kenal dengan siapa aku meminta segelas air mineral karena rasa haus akibat bernyanyi terlalu semangat. Di tribun itulah aku lahir menjadi seorang supporter sepakbola. Seorang supporter tim medioker yg sangat aku banggakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar