Sabtu, 28 September 2013

Rivalitas, Kebanggaan, dan Semangat'

Priiiiit!!!!! 3-0 hasil akhir pertandingan perempat final leg pertama. Hasil yg membuat kami semua bangga karena bisa mengalahkan tim favorit juara Persiba Bantul di kompetisi Piala Indonesia musim lalu.
Keberhasilan itu sangatlah membuat kami bangga hingga pada akhirnya, dendam lama supporter Persiba dan PPSM pun kembali terjadi. Saling lempar dan saling pukul mewarnai pertandingan itu. Banyak terlihat kawan-kawan bermandikan darah di bawah derasnya hujan sore itu. Beberapa titik juga telah dikepung oleh supporter PPSM. Beruntung saat itu aparat keamanan bertindak cepat dan mampu mengamankan keadaan sekitar stadion. Akan tetapi ketegangan kembali terjadi di beberapa titik saat supporter persiba melakukan perjalanan pulang. Yaa.. Hari itu merupakan hari istimewa buat kami. Mampu mengalahkan tim rival dengan skor cukup telak merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami.
Masalah muncul saat akan melakoni laga tandang leg kedua di Bantul seminggu setelahnya. Ancaman2 supporter tuan rumah sebelum matchday pun tersiar di berbagai media sosial. Perasaan marah saat tim kita dihina2 oleh para supporter lawan harus kami tahan demi keamanan tim yg akan bertarung kala itu.
Terjadi pro kontra dalam kelompok kami untuk laga tandang ini. Beberapa anak mengusulkan utk tdk menghadiri laga krusial itu karena alasan keamanan. Akan tetapi jiwa2 Ultra tak akan pernah berhenti hingga titik darah penghabisan. Akhirnya pun kami memutuskan akan tetap hadir di laga yg krusial itu. Kami tak rela jika tim kami berjuang sendirian di kota rival. Kami juga harus memastikan tak ada intimidasi2 khusus kepada semua pahlawan kami hingga kembali lagi di kota tercinta ini dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.
Malam sebelum pertandingan perasaan gelisah mulai terasa. Disisi lain kami ingin sekali menghadiri pertandingan penting itu, tp disisi lain keamanan kami yg terancam. "Uwis, biasa ae.. Ra bakal dewe dikapak2e" kata seorang kawan kami. Meman benar, toh hubungan kami dengan ultras persiba (RUF) cukup baik jg. Banyak teman2 RUF yg kenal dekat dengan anak2 magelang. Yaa.. minimal mereka tak ikut2an lah jika nantinya ada chaos dengan supporter tuan rumah. Kami memutuskan utk berangkat menggunakan sepeda motor. Keberangkatan ini dibagi menjadi 2 kelompok.
Beberapa kawan telah berangkat dahulu menuju kota itu menggunakan sepeda motor. Namun demikian tak langsung menuju ke stadion. Tujuan mereka ke Terminal Giwangan untuk menitipkan kendaraan mereka yg bernomor polisi 'AA'. Kami memang mengantisipasi hal2 yg tidak terduga semacam perusakan kendaraan ber plat AA. Entah bagaimana mereka menuju stadion mengingat angkutan yg menuju ke stadion tak ada. Sama seperti kawan kami yg berangkat terlebih dahulu. Saya dan beberapa kawan yg ada kepentingan sendiri sblm kick off pun berangkat siang hari menggunakan sepeda motor juga. Akan tetapi kami langsung menuju ke stadion dimana tim kebanggaan kami bertanding.
Sesampainya di Stadion, sudah terlihat kawan2 lain telah menunggu di loket stadion. Tatapan2 sinis dan penuh dendam diarahkan ke kami oleh para supporter tuan rumah yg msh berada di luar stadion. "Ah prek su" kata Adith, kawan saya yg sudah tak sabar masuk ke stadion. Umpatan2 kami dapatkan di sekitaran pintu masuk stadion. Bahkan lemparan2 batu pun telah kami dapatkan di gerbang itu. Kamipun berdiskusi dengan panpel pertandingan agar bisa masuk ke tribun. Akhirnya pihak panpel pun mengijinkan kami masuk ke tribun Stadion Sultan Agung, markas Persiba Bantul. Saya tak tau apa yg ada di pikiran saya, semua risiko yg kami hadapi jika dipikir dengan akal sehat pun terlalu berbahaya. Saya mengkhawatirkan kawan2 cewek yg ikut di hari itu. Tapi semangat mereka sangat hebat. "Ayo mas ndang Mlebu" kata Nina 16 tahun. Dengan penuh semangat akhirnya kami memasuki tribun bagian selatan di stadion itu. Semua mata tertuju pada kami. Lagu2 umpatan selalu kami dengar dan diarahkan ke kami. "Magelang Asu, Magelang Bajingan" kata2 yg sangat familiar terdengar di stadion saat itu.
Dengan mantap akhirnya kami memasang banner kebanggaan kami dan berdiri utk mendampingi tim kebanggaan kami. Suasana semakin panas karena kami memasang banner yg menunjukkan identitas kami sbg supporter tim tamu.
Benar saja, tak sampai lagu pertama kami selesai nyanyikan tiba2, "PYAAARRR" sebuah botol kaca pecah di depan saya. Lemparan2 batu dan botol kaca kemudian diarahkan ke kami. Tak bisa dihitung berapa banyak batu yg mengarah ke kami. Terlihat satu kawan saya yg telah berlumuran darah. Supporter tuan rumah pun berhamburan dan berlarian ke arah kami yg membuat pertandingan pun dihentikan beberapa saat. Banyak dari kawan2 saya yg terkena pukulan dan berbagai intimidasi yg dilakukan oleh supporter tuan rumah saat kami berusaha menahan banner kebanggaan kami yg coba dirampas oleh supporter tuan rumah. Karena kalah jumlah, kamipun tak bisa berbuat banyak dan banner yg selalu menemani kami di laga away pun berhasil dirampas oleh mereka.
Setelah sekian lama, akhirnya pihak keamanan pun bertindak. Kami diamankan oleh pihak keamanan. Karena masih tak terima karena banner kami dirampas oleh supporter tuan rumah, kami tetap mencoba mengambil kembali banner itu bagaimanapun caranya. Akan tetapi supporter tuan rumah malah semakin menjadi2. Tak terhitung berapa kali pukulan yg saya terima krn ingin mengambil kembali banner kami tsb.
Dan karena suasana semakin panas, akhirnya kami dipaksa keluar stadion oleh pihak keamanan. Kami pun akhirnya di masukkan ke truk polisi utk dibawa ke terminal tempat dimana kendaraan kami titipkan. Saya dan kawan saya tetap tinggal karena kendaraan saya ada di sekitar stadion. Rasa marah dan kecewa krn tak bisa menyelamatkan banner yg dirampas oleh supporter tuan rumah pun tak bisa saya tutupi. Namun Aku bisa apa?? Mustahil kami yg hanya puluhan orang bisa menang melawan ribuan supporter tuan rumah. Alhasil tak lama kemudian kami mendapat kabar bahwa banner yg selalu menemani kami di laga away tersebut telah dibakar oleh supporter Persiba Bantul. Memang hanya sebuah banner, tp bagi kami itu bagian dari kami dan kami akan selalu jaga. Rasa sedih sangat kami rasakan ketika mendengar kabar itu. Akan tetapi rasa sedih dan kecewa itu hilang seketika saat mendengar tim kami LOLOS ke Semi Final Piala Indonesia utk pertama kalinya. Teriakan2 gembira kami teriakkan di terminal. "Terima Kasih Pahlawan" ucapku dalam hati. Kami sangat bangga dengan kemenangan ini. Perasaan lega juga kami rasakan ketika mendapat kabar pahlawan2 kami selamat dan sedang perjalanan pulang.
Biarlah banner itu sebagai saksi betapa kami sangat mencintai tim kami. Ceritakan pada banner2 lainnya bahwa lambang yg terpampang padamu itu adalah yg terbaik.
Terima kasih kawan2 semua telah melalui satu hari hebat dan penuh cerita. MADNESS!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar